Harga Emas, Perak Turun Setelah Penggajian Yang Kuat Meredam Taruhan Pemangkasan Suku Bunga

     Harga emas dan perak turun dalam perdagangan Asia pada hari Kamis karena data penggajian AS yang lebih kuat dari perkiraan meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih dalam oleh Federal Reserve, meskipun penurunan dibatasi oleh permintaan aset safe haven yang masih ada. Harga logam mulia juga mempertahankan sebagian besar kenaikan yang diperoleh minggu ini, di tengah pelemahan dolar yang terus berlanjut dan karena ketegangan antara Iran dan AS membuat aset safe haven tetap populer.

     Harga emas spot turun 0,5% menjadi $5.060,47 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk April turun 0,3% menjadi $5.081,30 per ons pada pukul 20:32 ET (01:32 GMT). Harga perak spot turun 1,7% menjadi $82,8810 per ons, sementara harga platinum spot turun 1,1% menjadi $2.115,98 per ons. Penurunan pada emas terjadi setelah data penggajian non-pertanian AS, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Januari.

     Data tersebut menunjukkan kekuatan yang tak terduga di pasar tenaga kerja, dan menekan taruhan bahwa pendinginan lapangan kerja akan mendorong lebih banyak pemangkasan suku bunga oleh Fed. Pasar sekarang memperkirakan peluang 94,1% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Maret, dan peluang 78% untuk tren serupa pada bulan April, CME Fedwatch menunjukkan. Data tersebut juga memicu kenaikan dolar semalam, yang menekan pasar logam.

     Namun, dolar AS stabil dalam perdagangan Asia dan masih mengalami beberapa penurunan minggu ini, sebagian karena tekanan dari penguatan yen Jepang. Lebih banyak petunjuk tentang ekonomi AS akan dirilis minggu ini, dengan data inflasi indeks harga konsumen untuk Januari yang akan dirilis pada hari Jumat. Inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja adalah dua pertimbangan terbesar Fed untuk suku bunga. Data klaim pengangguran mingguan juga akan dirilis pada hari Kamis.

     Permintaan aset safe haven untuk logam mulia tetap ada di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan Iran. Meskipun kedua pihak sama-sama mengklaim adanya kemajuan dalam perundingan nuklir yang diadakan akhir pekan lalu, Washington terlihat bersiap untuk mengerahkan kapal induk kedua ke Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump juga berulang kali memperingatkan Teheran untuk menerima kesepakatan dengan Washington, dan terlihat bertemu dengan Presiden Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu.(Investing)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN