
Dolar sedikit naik dari dekat level terendah bulan ini dalam perdagangan Asia yang lesu pada hari Senin karena protes kekerasan di Perancis memberi tekanan pada euro. Euro turun 0,1% menjadi $1,1230. Mata uang bersama ini memiliki bobot terbesar dalam indeks dolar dan penurunannya membantu menstabilkan dolar AS, yang baru-baru ini diperdagangkan di level 101,82.
Presiden Perancis Emmanuel Macron pada hari Minggu mengutuk adegan kekerasan yang "mengejutkan" di sela-sela protes terhadap biaya hidup dalam pidato yang disiarkan televisi kepada bangsa, sehari setelah Perancis mengalami salah satu hari kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun. Terhadap yen, dolar AS datar di 158,09 yen karena Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Senin bahwa inflasi inti "cukup dekat" dengan target 2% bank sentral.
Terhadap yuan China, dolar AS turun 0,1% menjadi 6,6811 dalam perdagangan luar negeri, level terlemah greenback sejak Juni 2022, setelah data yang dirilis Senin menunjukkan produk domestik bruto China untuk kuartal ketiga tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Di Asia Tenggara, rupiah Indonesia melanjutkan penurunan untuk hari keempat setelah ancaman dari penyusun indeks MSCI untuk menurunkan peringkat pasar saham negara tersebut dari indeks pasar negara berkembang unggulan menjadi status "standalone" pekan lalu, yang memicu penurunan tajam 11,6% pada saham. Rupiah merosot 0,2% ke sekitar level terlemah dalam hampir tiga bulan pada hari Senin.
Dolar Australia menguat 0,5% menjadi $0,6975, sementara rekan kiwinya datar di $0,5655. Pound Inggris stabil di $1,3329. Harga minyak turun dalam perdagangan Asia pada hari Senin, dengan minyak mentah Brent berjangka turun 1,7% di $108,01, setelah Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi dan tarif terhadap Rusia yang dapat menyebabkan peningkatan ekspor bahan bakar Rusia.
Dana Fed berjangka memperhitungkankan probabilitas tersirat sebesar 87% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua hari berikutnya yang dimulai pada 28 Oktober, sedikit berubah dari hari Jumat, menurut alat FedWatch dari CME Group.(Reuters, Pixabay)