Harga Minyak Stabil Dekat Level Tertinggi Satu Minggu Karena Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran Meredup

     Harga minyak stabil pada hari Selasa di level tertinggi lebih dari satu minggu di tengah memudarnya harapan kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang mereka dan membuka kembali Selat Hormuz, setelah Presiden Donald Trump menuntut kompensasi atas kerusakan yang dialami AS. Minyak mentah Brent berjangka turun 10 sen, atau 0,11%, menjadi $87,62 per barel pada pukul 04:05 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate berjangka AS turun 5 sen, atau 0,06%, menjadi $82,08 per barel.

     Kedua patokan tersebut naik lebih dari 5% pada hari Senin ke level tertinggi sejak 31 Juli, setelah Trump menanggapi syarat-syarat Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri agar Iran membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan protes, yang kemungkinan akan mempersulit upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kemudian pada hari itu ia menambahkan bahwa AS telah menguasai selat tersebut dan telah menyisir jalur air minyak strategis tersebut untuk mencari ranjau Iran.

     Sementara itu, Saudi Aramco telah menunda pengoperasian kembali kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari hingga 30 Agustus setelah Houthi mengklaim dua serangan terhadap kilang tersebut pada hari Minggu. Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menawarkan minyak mentah spot dalam tender, yang kedelapan kalinya dikeluarkan sejak awal Juni karena perusahaan minyak negara UEA tersebut berupaya memindahkan minyak dari dalam Selat Hormuz.(Reuters, South China Morning Post)

Investasi & trading online
PT. Central Capital Futures

#TRADINGNYAMAN